Senin, 28 September 2015

Siklus Hidup Plasmodium Penyebab Penyakit Malaria




Parasit malaria (plasmodium) memiliki daur hidup yang sangat komplek, meliputi berbagai stadium perkembangbiakan baik itu secara seksual dalam tubuh nyamuk (siklus sporogoni) maupun secara aseksual dalam tubuh manusia (siklus schizogoni). Perkembangbiakan plasmodium dalam setiap kompartemen mengalami berbagai perubahan, berupa perubahan bentuk (morfologis) dan struktur molekuler yang terus-menerus, sehingga sistem imun tubuh harus memberikan respon terhadap semua stimulus yang ditimbulkan.



Parasit malaria memerlukan dua hospes untuk siklus hidupnya, yaitu manusia dan nyamuk Anopheles betina
a.    Siklus Pada Manusia
Pada waktu nyamuk Anopheles infektif mengisap darah manusia, sporozoit yang berada dalam kelenjar liur nyamuk akan masuk ke dalam peredaran darah selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu sporozoit akan masuk ke dalam sel hati dan menjadi tropozoit hati. Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari 10.000 sampai 30.000 merozoit hati. Siklus ini disebut siklus eksoeritrositer yang berlangsung selama kurang lebih 2 minggu. Pada P. vivax dan P. ovale, sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon, tetapi ada yang memjadi bentuk dorman yang disebut hipnozoit. Hipnozoit tersebut dapat tinggal di dalam sel hati selama berbulan-bulan sampai bertahun- tahun. Pada suatu saat bila imunitas tubuh menurun, akan menjadi aktif sehingga dapat menimbulkan relaps (kambuh). 
Merozoit yang berasal dari skizon hati yang pecah akan masuk ke dalam peredaran darah dan menginfeksi sela darah merah. Di dalam sel darah merah, parasit tersebut berkembang dari stadium tropozoit sampai skizon (8-30 merozoit). Proses perkembangan aseksual ini disebut skizogoni. Selanjutnya eritrosit yang terinfeksi skizon) pecah dan merozoit yang keluar akan menginfeksi sel darah merah lainnya. Siklus inilah yang disebut dengan siklus eritrositer. Setelah 2-3 siklus skizogoni darah, sebagian merozoit yang meninfeksi sel darah merah dan membentuk stadium seksual yaitu gametosit jantan dan betina.
b.   Siklus Pada Nyamuk Anopheles Betina
Apabila nyamuk Anopheles betina menghisap darah yang mengandung gametosit, di dalam tubuh nyamuk, gamet jantan dan gamet betina melakukan pembuahan menjadi zigot. Zigot ini akan berkembang menjadi ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk. Di luas dinding lambung nyamuk ookinet akan menjadi ookista dan selanjutnya menjadi sporozoit yang nantinya akan bersifat infektif dan siap ditularkan ke manusia
Masa inkubasi atau rentang waktu yang diperlukan mulai dari sporozoit masuk ke tubuh manusia sampai timbulnya gejala klinis yang ditandai dengan demam bervariasi, tergantung dari spesies Plasmodium. Sedangkan masa prepaten atau rentang waktu mulai dari sporozoit masuk sampai parasit dapat dideteksi dalam darah dengan pemeriksaan mikroskopik. 
Perkembangan plasmodium dalam dua stadium di atas memicu munculnya beberapa variasi antigen parasit, antara lain antigen pada sporozoit (Circumsporozoite surface protein), antigen yang terdapat pada merazoit (Merazoite surface protein), dan antigen yang terdapat pada gametosit (Gametocyte Antigens). Timbulnya variasi antigenik pada setiap tahap infeksi berakibat fatal pada kompleksitas, spesifitas tahapan infeksi (stage spesific) dan waktu yang panjang terhadap tanggapan sistem imun dalam memberikan perlindungan yang efektif terhadap hospes.

1 komentar:

  1. Bet365 Casino & Promos 2021 - JTM Hub
    Full sol.edu.kg list of หาเงินออนไลน์ Bet365 Casino & Promos septcasino.com · Up to £100 in www.jtmhub.com Bet Credits for new customers at bet365. Min deposit £5. Bet Credits available https://deccasino.com/review/merit-casino/ for use upon settlement of bets to value of

    BalasHapus